Melihat si bayi yang semula tenang, tiba-tiba memiliki kegemaran menyemburkan makanan, pastilah menjengkelkan. Apalagi aktivitas menyemburkan makanan ini dilakukan berulang-ulang. Otomatis membuat baju kotor dan area makan pun ikut berantakan. 

Tenang Moms, menghadapi situasi seperti ini, sebaiknya jangan terpancing emosinya. Kendalikan emosi, ajak si bayi berkomunikasi. Bayi menyemburkan makanan karena terdorong rasa ingin tahunya. Ketika bayi mengenal dan mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI), bayi ingin mengeksplor lebih lanjut makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Salah satunya dengan menyemburkan makanan. Selain itu, menyemburkan makanan juga dapat menjadi pertanda bahwa bayi tidak menyukai makanan yang diberikan atau bayi sudah merasa kenyang. Sensasi yang dirasakan ketika menyemburkan makanan, membuat bayi senang melakukannya berulang-ulang.

Menghadapi situasi ini, harus diingat Moms, jangan memarahi si kecil. Ajaklah si kecil berkomunikasi, sampaikan bahwa perbuatannya menyembur makanan   membuat area makan menjadi kotor. Baju yang dikenakan pun menjadi kotor. Selanjutnya, sampaikan sikap dan etika makan yang baik. Beri kesempatan kepada bayi untuk makan sendiri.

Berikut beberapa tips agar terhindar dari kebiasaan menyembur.

  • Tertib memberikan jadwal makan utama dan selingan. 
  • Berikan makanan dalam porsi kecil. Bila dirasa masih kurang, berikan makanan tambahan.
  • Berikan makanan utama dulu. Setelah makanan utama selesai, berikan minuman.
  • Dorong si kecil untuk makan sendiri.
  • Bila si kecil menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), sebaiknya jangan paksa untuk makan lagi. Bila ingin menawarkan kembali makanan, lakukan tanpa paksaan atau pun membujuk.
  • Bila sudah ditawari makan, namun tetap tidak mau. Tunggulah 10-15 menit. Ketika si kecil tetap tidak mau makan, akhiri proses makan.
  • Bersihkan mulutnya, jika sudah selesai makan.