Anak yang terlalu kurus menjadi kekhawatiran banyak orangtua. Untuk tumbuh optimal, anak membutuhkan energi (kalori) yang berasal dari diet bervariasi dan seimbang. 

Bila moms bingung, bagaimana cara mengetahui apakah si kecil memiliki berat badan ideal atau justru memiliki berat badan yang kurang, Moms dapat lakukan hal berikut. Moms dapat memantau pertumbuhan anak menggunakan kurva pertumbuhan anak dari WHO. Penggunaannya disesuaikan dengan jenis kelamin anak ya. Masukkan berat badan anak sesuai usia dan tinggi badannya pada kurva. 

Apakah anak terlalu kurus?

Berdasarkan kategori dan ambang batas status gizi anak pada Permenkes 2 tahun 2020, berat badan anak menurut usia (0-60 bulan) dikategorikan sebagai berikut.

  • Berat badan sangat kurang bila <-3 SD (standar deviasi)
  • Berat badan kurang bila berada di antara -3 SD hingga <-2 SD
  • Berat badan normal bila berada di antara -2 SD hingga +1 SD
  • Resiko berat badan berlebih bila >+1 SD

Sebagai contoh. Moms memiliki anak perempuan berusia 3 tahun dengan berat badan 10,5 kg. Masukkan berat badan seusai usia anak pada kurva pertumbuhan untuk anak perempuan. Berdasarkan kurva pertumbuhan, anak perempuan berusia 3 tahun memiliki berat badan ideal pada rentang 10,8 – 15,1 kg. Sehingga berat badan 10,5 berarti si kecil mempunyai berat badan kurang.

Tingkatkan berat badan anak 

Berdasarkan The Eatwell Guide, panduan makan sehat dan gizi seimbang, sejak usia 2 tahun seorang anak sebaiknya mengikuti pola makan anggota keluarga lainnya. Berikut pola makan yang dianjurkan tersebut.

  • Buah dan sayuran sebaiknnya mengisi sepertiga porsi makanan setiap hari. Sebaiknya konsumsi 5 porsi buah dan sayuran yang beragam setiap hari.
  • Karbohidrat mengisi sepertiga porsi makanan harian, seperti kentang, roti, nasi, gandum atau pasta.
  • Konsumsi cukup protein yang berasal dari kacang-kacangan, ikan, telur, daging dan sumber protein lainnya. Dianjurkan mengonsumsi dua porsi ikan setiap minggunya 
  • Batasi konsumsi minyak tak jenuh 
  • Penuhi kebutuhan cairan 6-8 gelas sehari