Anak dikatakan diare ketika konsistensi feses mereka berubah jadi cair dan frekuensinya bertambah dari normal. Diare adalah kondisi yang umum dialami anak-anak. 

Penyebab diare ada bermacam-macam: virus atau bakteri, alergi atau intoleransi makanan, reaksi terhadap obat, atau penyakit pencernaan seperti penyakit Crohn, Irritable Bowel Disease (IBD), atau Irritable Bowel Syndrome (IBS). 

Diare bisa bersifat akut atau pun kronis. Diare akut biasanya terjadi dalam tempo 1 atau 2 hari, sedangkan diare kronis bisa berlangsung berminggu-minggu. Diare akut biasanya terjadi karena infeksi bakteri atau virus, bisa juga sebagai reaksi alergi atau intoleransi dari makanan tertentu. 

Sedangkan diare kronis biasanya disebabkan oleh penyakit saluran pencernaan seperti IBD atau IBS. Nah, untuk Moms yang memiliki anak dengan riwayat pencernaan sensitif, biasanya harus lebih hati-hati pada beberapa makanan di bawah ini, karena umum sebagai makanan penyebab diare. 

Cabai 

Cabai mengandung zat yang bernama capsaicin yang bertanggung jawab atas rasa pedas yang kita rasakan saat mengonsumsinya. Meskipun capsaicin punya manfaat kesehatan seperti untuk mengurangi nyeri artritis, capsaicin juga bersifat iritan dan bisa mengiritasi saluran cerna. Bagi anak-anak yang saluran cernanya masih berkembang, cabai bisa menyebabkan reaksi yang lebih keras ketimbang pada orang dewasa. 

Pengganti Gula 

Dalam makanan proses yang bebas gula (yang banyak dipasarkan untuk anak-anak), gula alkohol seperti sorbitol, xylitol, dan manitol seringkali digunakan sebagai pengganti gula. Gula alkohol ini memiliki efek laksatif dan bisa membuat kembung. 

Susu 

Susu mungkin sehat, tetapi susu merupakan salah satu bahan pangan yang sering menyebabkan diare. Hal ini dikarenakan banyak orang yang memiliki kondisi bernama intoleransi laktosa dan tidak menyadarinya. Orang-orang dengan intoleransi laktosa tidak bisa mencerna laktosa yang terkandung di dalam susu. Tahukah Moms, 65% manusia akan kehilangan kemampuannya mencerna laktosa selepas masa bayi mereka. 

Nah, itu dia beberapa makanan yang umum menyebabkan diare pada anak. Saat anak diare, jangan panik dulu ya, Moms. Tidak perlu mengejar asupan makanan, pastikan anak tidak dehidrasi, dan tidak ada tanda gawat darurat lainnya. Jika diarenya berdarah, anak mengeluhkan nyeri yang sangat, atau disertai muntah, segera ke dokter ya, Moms.

Baca Juga :Redakan Diare Bayi dengan Air Tajin