Selama masa kehamilan, banyak perubahan pada tubuh ibu. Perubahan secara fisik apa yang pernah Moms rasakan? Salah satu yang tidak asing terjadi adalah pembengkakan pada kaki. Hal ini terjadi disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda, tergantung usia kehamilan ibu.

 

Pembengkakan pada trimester pertama, bahkan sebelum Moms merasakan baby bump, disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron yang meningkat pesat dan memperlambat proses pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan perut tampak bengkak, begitu juga pada tangan, kaki, dan wajah. Pembengkakan jarang terjadi di awal kehamilan. Bila Moms mengalaminya, disertai gejala pusing, sakit kepala, hingga berdarah, segera hubungi dokter kandungan.

 

Trimester kedua dimulai pada minggu ketiga atau bulan keempat kehamilan. Sebenarnya, pembengkakan pada trimester ini cukup jarang terjadi, terutama bila Moms aktif berjalan dan berada di cuaca yang panas. Bila muncul pembengkakan, artinya volume darah dan cairan dalam tubuh meningkat hingga 50 persen,  yang juga disebabkan oleh cairan hormon yang disimpan. Walau sedikit membuat cincin di jari sesak, namun cairan inilah yang berfungsi “menghaluskan” dan mempersiapkan tubuh untuk proses melahirkan. Biasanya, cairan berlebih ini akan berkurang dengan sendirinya setelah persalinan.

 

Memasuki minggu ke-28 kehamilan, sekaligus trimester ketiga, biasanya akan terjadi pembengkakan di kaki. Terutama mendekati minggu ke-40, jari-jari kaki akan terlihat seperti sosis. Periode ini sangat penting,  karena mendekati proses melahirkan, uterus akan menjadi lebih berat karena janin semakin besar,  sehingga memperlambat aliran darah dari kaki ke jantung. Namun, jangan khawatir, Moms, hal ini tidak berbahaya. Hanya saja, Moms jadi sedikit tidak nyaman. Tubuh juga terus menyuplai darah dan cairan.

 

Faktor lain yang menyebabkan tubuh bengkak adalah cuaca yang panas, diet yang tidak seimbang, asupan kafein, kurang minum air putih, dan berdiri untuk waktu yang lama. Walau kadang bengkak saat hamil tak terhindarkan, ada beberapa tips untuk setidaknya meredakannya.

 

Mengurangi asupan sodium

Sodium, salah satunya garam membuat tubuh menahan ekstra air. Sebaiknya, hindari juga makanan kaleng dan olahan karena mengandung banyak sodium. Mengganti garam sebagai bumbu gurih dalam masakan, seperti rosemary, thyme, dan oregano sangat dianjurkan.

 

Menambah asupan kalium

Kalium dapat menyeimbangkan jumlah cairan dalam tubuh. Kalium terdapat dalam vitamin kehamilan, juga pada sumber alami, seperti kentang dan ubi dengan kulit, pisang, bayam, kacang polong, jus buah (khususnya prune, delima, jeruk, wortel, dan markisa), yogurt, buah bit, salmon, dan kacang-kacangan.

 

Mengurangi kafein

Kafein dengan jumlah yang tepat sebenarnya tidak berbahaya pada kehamilan, namun terlalu banyak tidak baik untuk janin dan dapat memperparah kebengkakan. Kafein bersifat diuretik yang membuat Moms ingin buang air kecil terus-menerus. Sehingga, membuat tubuh perlu menahan cairan. Moms bisa mengganti kafein dengan teh herbal peppermint.

 

Minum air lebih banyak

Kekurangan air dapat membuat tubuh dehidrasi, dan ketika hal itu terjadi, tubuh akan menahan lebih banyak cairan untuk mengimbanginya. Dianjurkan untuk minum setidaknya 10 gelas sehari

 

Meletakkan kaki lebih tinggi saat istirahat

Duduk dan beristirahat sambal menaikkan kaki, dapat mengalirkan cairan dari kaki setelah seharian beraktivitas

 

Menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman

Menggunakan pakaian yang ketat, terutama di sekitar pergelangan tangan dan kaki, juga pinggang dapat memperburuk bengkak karena menghalangi sirkulasi darah.

 

Berjalan kaki

Jalan kaki selama 5 – 10 menit beberapa kali dalam sehari dapat melancarkan sirkulasi dan mengurangi bengkak.

 

Pijat 

Memijat tubuh dengan ringan juga dapat melancarkan sirkulasi cairan agar tidak menumpuk di kaki. Moms dapat meminta pasangan untuk memijat kaki, dapat ditambah essential oil agar membuat relaks.

 

Tidur pada sisi kiri

Tidur menghadap kiri dapat melancarkan aliran darah yang sekaligus mengurangi bengkak pada kaki. Berbaring pada posisi ini juga dapat menghilangkan tekanan rahim dari vena cava inferior, yaitu pembuluh darah besar yang mengalirkan darah kembali ke jantung