Akhir-akhir gaya hidup frugal living menjadi tren, terutama di kalangan millenial. Multi miliuner Warren Buffett dan Mark Zuckerberg, penyanyi Ed Sheeran dan Lady Gaga, aktor Keanu Reeves, antara lain pesohor dunia yang jadi pengikutnya.

Di dalam negeri, artis Cinta Laura,  Amanda Manopo, Angela Gilsha, termasuk penulis sekaligus YouTuber terkenal Raditya Dika,  masuk dalam daftar artis dalam negeri yang menjalani frugal living. 

Apakah frugal living ini? Dan bagaiman menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Coba Moms simak penjelasannya. 

Minimalis plus hemat

Frugal Living sebenarnya hanya istilah baru saja yang diigaungkan. Frugal Living adalah gaya hidup hemat. Ada juga yang menyebutnya sebagai hidup minimalis.

Hidup hemat bukan cuma sekadar mencari diskon atau membeli barang bekas. Hidup hemat di sini berarti Moms menyadari pengeluaran Moms dan fokus pada beberapa prioritas keuangan. Jika Moms menerapkan frugal living berarti  Moms harus memikirkan tujuan utama keuangan, dan bagaimana mengatur pengeluaran agar dapat membantu mencapai tujuan itu. Misalnya, Moms dan Dads bercita-cita pensiun kerja pada  pada usia 50, maka perlu menjalani gaya hidup yang lebih sederhana daripada membeli rumah seharga Rp miliaran.

Tidak ada jalan pintas untuk hidup hemat. Ini adalah gaya hidup yang mendorong Moms untuk berani melewatkan hal-hal yang tidak begitu Moms inginkan, dan lebih memilih sesuatu yang benar-benar Moms butuhkan. 

Kiat menjalankan frugal living

Berikut beberapa strategi menjalankan frugal living:

Sebelum memulai berhemat, Moms perlu tahu ke mana perginya uang Moms selama ini. Hanya dengan begitu Moms dapat memutuskan ke mana uang itu harus disalurkan. Caranya:

Setelah tahu bagaimana dan ke mana saja uang Moms dihabiskan, baru Moms dapat memutuskan perubahan yang harus dilakukan. Misalnya, mengurangi pengeluaran nongkrong dan belanja mal atau belanja online.

Mengubah kebiasaan finansial untuk hidup hemat adalah keputusan mengubah gaya hidup yang besar. Sama beratnya, seperti menegakkan rutin berolahraga atau makan sehat. Jadi, jangan berkecil hati jika butuh berminggu-minggu untuk melihat hasilnya.

Membiayai kembali pinjaman

Kok bisa? Maksudnya Moms menutup utang-utang dengan pinjaman lain yang menawarkan tingkat bunga lebih rendah. Ini cara menghemat cukup besar. 

Jadi, buat daftar hutang Moms. Lalu, cari kemungkinan pinjaman untuk menutup semuanya. Namun dengan perhitungan, jika ditutup dengan pinjaman ini bunga total utang menjadi lebih kecil daripada sebelumnya.  Setelah ditutup dengan pinjaman, Moms jangan berutang lagi.  

Kecilkan biaya rumah

Biaya untuk pemeliharaan rumah termasuk item terbesar dalam anggaran. Karena itu, Moms perlu membuat rumah seefisien mungkin untuk pembiayaan rumah. Misalnya, pasang ventilasi atau jendela yang memungkinkan angin masuk dan cahaya masuk, sehingga tidak perlu seluruh rumah memakai AC dan lampu di siang hari. Jalankan kebiasaan menghemat energi, seperti memakai air secukupnya, begitu juga lampu hanya untuk malam hari hingga jelang tidur.

Jika dapat memotong biaya pemeliharaan rumah, maka akan memiliki lebih banyak uang untuk hal-hal lain seperti untuk tabungan travelling keluarga,  pensiun, atau memulai bisnis sendiri.

Jika rumah Moms termasuk besar, dan ada bagian yang mungkin disewakan, ya sewakan saja. Untuk sewa per bulan, per tahun atau saat tertentu saja melalui Airbnb. 

Bagaimana dengan pindah rumah? Boleh saja. Tapi perhitungkan dulu biaya perpindahan, renovasi dan pembelian furnitur. Juga jarak antara rumah baru ini dengan aktivitas anggota kelurga lainnya. 

Cari opsi barang bekas

Nyaris semua barang bukan baru harganya lebih murah.  Selain mobil, Moms bisa mencari barang eks pakai itu untuk  furnitur, dekorasi rumah, peralatan dapur, aksesori dan pakaian. Tinggal tantangan di sini mencari barang bekas yang berfungsi baik atau layak pakai.  

Membeli barang bekas tidak selalu berarti mencari  pasar atau toko barang bekas. Bisa juga berarti Moms berbelanja di factory outlet, yang menjual barang brand ternama yang sisa eksport atau sisa musim lalu. 

Pada komunitas tertentu ada pula yang secara rutin memberikan barang-barang yang dibuang. Misalnya, diumumkan lewat Wa group atau mengadakan garage sale. Harganya bisa murah.

Rencanakan menu makanan

Coba Moms buka dan cek isi kulkas atau lemari penyimpan makanan. Seringkali banyak terdapat bahan makan menumpuk yang belum diolah. Malah, akhirnya ada yang kedaluwarsa. Harus dibuang.  Uang Moms terbuang sia-sia.

Inilah pentingnya perencanaan menu makanan. Perencanaan makan dapat menghemat uang untuk makanan, sekaligus menghilangkan pemborosan. Caranya:

Investasikan uang

Moms sudah hemat. Tapi Moms hanya memilih menabung uang. Tak berani investasi karena takut kehilangan uang.  Padahal menginvestasikan uang adalah kunci untuk membangun kekayaan, dan membuat uang bekerja untuk Moms.

Berinvestasi satu-satunya cara yang membuang uang disimpan itu dapat mengungguli inflasi. Jika hanya menyimpan uang di rekening bank, Moms mungkin tidak akan mendapatkan cukup uang untuk mengalahkan tingkat inflasi. Ini berarti uang Moms akan berkurang nilainya setiap tahun.

Bandingkan harga

Kebanyakan orang memang malas bergonta ganti  membeli barang atau menggunakan jasa tertentu. Padahal cara ini bisa menghemat dan memberikan uang lebih. Coba cek tagihan internet ponsel atau asurasni. Bandingkan dengan perusahaan lain. Jika memang ada penawaran yang lebih baik, segera ganti.

Moms juga harus mulai membandingkan merek untuk bahan makanan dan barang-barang rumah tangga. Lihatlah jumlahnya juga. Pastikan Moms tidak membayar sama untuk jumlah yang lebih kecil. 

Frugal living terbutkti memang membantu orang bisa hidup layak dan bahagia. Namun, kemampuan menghemat ini butuh kemauan Moms melakukan pencatatan keuangan, melakukan riset (cek-cek harga). Moms pun perlu konsisten dan bersikap jujur dengan keuangan ini. Jangan baru menghemat belanja bulanan 100 ribu eh Moms pakai belanja piring-piring. Padahal piring-piring Moms sudah menumpuk. Dan hemat sekali lagi bukan pelit ya

Baca Juga : 5 Tips Hemat Belanja Online