Moms, sama seperti orang dewasa, bayi juga bisa cegukan. Bahkan cegukan juga terjadi saat bayi masih di dalam rahim. Namun,  Moms tidak perlu khawatir. Cegukan pada bayi merupakan perilaku dan reflek yang normal. Biasanya cegukan terjadi selama beberapa menit hingga satu jam, dan terjadi selepas bayi makan atau ketika ia gembira.

 

Walau cegukan cukup mengganggu bagi orang dewasa, namun tidak demikian bagi bayi. Mereka tetap bisa tidur walau sedang cegukan, dan ini tidak mengganggu dan memengaruhi pernapasannya, Moms. 

 

Cegukan disebabkan oleh kontraksi diafragma yang mendadak,  dan dipicu oleh gangguan dan stimulasi pada otot tersebut. Menurut beberapa dokter anak, cegukan biasanya disebabkan oleh aktivitas bayi menyusu (ASI atau susu formula) atau penurunan suhu yang menyebabkan bayi merasa dingin. 

 

Cegukan pada bayi dapat dicegah dengan beberapa cara, yaitu memastikan bayi  tenang saat memberinya makan, tidak menunggunya lapar dan menangis, serta hindari aktivitas berat setelah makan. Walau cegukan dapat hilang dengan sendirinya, namun Moms dapat membantu menghilangkannya melalui beberapa cara berikut:

 

Menggendong bayi

Gendong si Kecil dalam posisi tegak selama 20 menit, lalu goyangkan tubuhnya perlahan atau gosok dadanya dengan lembut. Moms juga dapat menggosok atau tepuk-tepuk halus punggung bayi saat cegukan.

 

Menggunakan dot

Cegukan pada bayi tidak selalu disebabkan oleh makan. Ketika si kecil cegukan tanpa sebab, Moms dapat mencoba memberikan dot untuk membantu menenangkan diafragma dan menghentikan cegukan

 

Memiringkan botol

Ketika menyusui si Kecil, sebaiknya miringkan botol susunya dengan sudut 45 derajat sehingga udara naik ke bagian bawah botol. Susui bayi secara perlahan dan sedikit, namun dengan frekuensi yang cukup sering

 

Memberi jeda saat menyusui

Saat memberinya susu ataupun makan, kasih jeda untuk memberi si  Kecil waktu untuk bersendawa. Sendawa dapat mengeluarkan gas berlebih yang menyebabkan cegukan. American Academy of Pediatrics menyarankan untuk memberikan jeda tiap 2 – 3 ons susu, atau jika bayi menyusu dari ASI, beri jeda saat berganti payudara. 

 

Memangku bayi

Moms dapat mencoba untuk memangku si Kecil dalam posisi tegak saat memberinya makan. Hal ini dapat mencegah dan mengurangi jumlah udara yang masuk ke perut bayi. Setelah menyusu, tetap pangku bayi dalam posisi tegak selama 20 menit agar udara naik ke atas perut,  dan dapat mengurangi tekanan pada diafragma,  hingga si Kecil bisa bersendawa.

 

Sendawa pada bayi sebaiknya tidak ditanggapi secara berlebihan ya, Moms. Terlebih hingga menggunakan cara-cara yang tidak terbukti secara medis dapat menghilangkan cegukan si kecil. Sebaiknya konsultasikan ke dokter jika cegukan terjadi secara terus-menerus.