Keputusan untuk memiliki anak merupakan sesuatu yang harus dipikirkan matang-matang bersama pasangan. Beberapa pasangan setuju memiliki banyak anak, namun ada pula yang hanya ingin membesarkan satu anak saja. Banyaknya stereotip yang berkembang di masyarakat mengenai karakter anak tunggal yang cenderung manja, egosentris dan antisosial membuat para orangtua cenderung khawatir tentang bagaimana perkembangan anak tunggalnya kelak. Padahal, sifat dan karakter anak terbentuk dari pola asuh orangtua dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, untuk membentuk karakter yang positif, Moms perlu mengetahui bagaimana cara mendidik dan mengasuh dengan tepat. 

 

Biarkan ia banyak bereksplorasi 

Tidak bisa dipungkiri bahwa memiliki anak tunggal membuat Moms menjadi lebih protektif terhadap si Kecil. Hal itu tentunya akan membuatnya selalu merasa terlindungi yang mengakibatkan ia selalu berada di comfort zone. Akan lebih baik jika Moms biarkan si Kecil bereksplorasi sesuai dengan usianya. Selama hal yang dilakukan aman dan baik, maka Moms tidak perlu khawatir berlebihan, ya. Dengan banyak bereksplorasi, si Kecil akan belajar banyak hal yang bisa meningkatkan kemampuannya dalam pemecahan masalah, komunikasi, dan juga kemandiriannya. 

 

Cari tahu minat dan bakat anak 

Sejak dini, sebaiknya Moms mulai cari tahu apa yang menjadi bakat dan juga kegemaran si Kecil. Dengan memperkenalkan banyak aktivitas atau kegiatan,  akan membuat Moms mengetahui potensi dan kegemaran anak. Hal itu juga sekaligus akan menambah kemampuan sosialisasi si Kecil yang berguna bagi perkembangannya. 

 

Ajarkan tentang tanggung jawab

Berikan pengertian kepada si Kecil bahwa ia harus bertanggungjawab atas segala perbuatan yang ia lakukan. Misalnya, selepas bermain, ia harus membereskan mainannya sendiri. Atau jika si Kecil punya hewan peliharaan, latih ia agar selalu memberikan makan pada  jam tertentu. Bisa pula dengan memberikan tugas rumah tangga, seperti menyiram tanaman, membuang sampah, membersihkan meja, dan lain-lain. Berikan pula konsekuensi yang wajar jika anak tidak mau melakukan kewajibannya, misal  dengan mengurangi waktu bermainnya. 

 

Dengan melatihnya melakukan berbagai hal sendiri,  mulai dari yang sederhana hingga yang cukup rumit, yakinlah bahwa si anak tunggal Moms akan tumbuh menjadi pribadi positif seperti yang Moms harapkan.