Menangis adalah reaksi yang normal bagi anak. Moms merasa frustasi karena si Kecil menangis, terutama ketika tidak mengetahui alasannya, juga sesuatu yang normal. Sebelum anak bisa berbicara untuk menyampaikan keinginannya, memang agak sulit mengidentifikasi penyebab tangisannya. Bahkan, pada anak yang sudah mampu berkomunikasi secara verbal sekalipun, seringkali tangisannya tidak dimengerti oleh Moms. 

Jika si Kecil pernah menangis tersedu karena tidak diperbolehkan makan makanan kucing, atau hal konyol lainnya, Moms tidak sendiri. Selain membutuhkan perhatian, anak-anak juga sering menangis dengan alasan yang unik. 

Meski demikian, Moms tidak perlu melarang anak untuk menangis karena memiliki manfaat bagi kesehatan. Sebuah penelitian menemukan bahwa dalam berbagai situasi, menangis membuat seseorang merasa lebih baik jika mereka mendapat dukungan secara emosional. Bisa saja tangisan tersebut mengarah pada resolusi atau pemahaman yang lebih baik, atau karena peristiwa positif.

Karena ada manfaat positifnya, jadi ada baiknya Moms tidak selalu menghentikan tangisan anak. Meneteskan sedikit air mata dapat berdampak baik bagi anak. Nah, sebelum Moms menentukan tindakan yang akan diambil, identifikasi dulu penyebab ia menangis, sehingga Moms bisa bertindak sesuai situasi.

 

Kelelahan

 

Merasa lelah adalah salah satu alasan paling umum yang menyebabkan anak menangis, tantrum, dan “ledakan” tindakan lain yang tidak masuk akal. Biasanya ini ditandai dengan reaksi menangis yang tidak seperti biasanya. Untuk menghindarinya, usahakan patuhi jadwal tidur anak sesuai usianya. Tidak sulit untuk mendeteksi rasa kantuk pada anak, terutama di siang hari. Ketika matanya sedikit berair, menguap, dan kehilangan fokus, Moms dapat menidurkannya sejenak.

 

Lapar 

 

Jangankan anak kecil, orang dewasa pun sering emosional ketika lapar. Jika si Kecil belum makan apa-apa tiga atau empat jam terakhir dan suasana hatinya menurun dengan cepat, bisa jadi laparlah penyebabnya. Moms dapat menawarkan mereka camilan sebagai pengganjal perutnya, jangan lupa sediakan camilan sehat bernutrisi ya, Moms.

 

Terlalu semangat

 

Mainan baru, taman bermain yang seru, adalah surga bagi anak-anak. Namun, pada titik tertentu, keramaian dan kesibukan bisa membuat ia muak. Tak jarang,  ketika  anak  tidak mampu mengungkapkan apa yang salah dalam situasi tersebut, ia menangis. Pada kondisi seperti ini, Moms dapat memberinya istirahat dengan membawanya keluar atau ke ruangan yang lebih tenang, atau bahkan mengajaknya pulang lebih awal.

 

Stres

 

Stres adalah alasan utama dari air mata, terutama pada anak yang usianya lebih tua. Jadwal belajar yang terlalu padat, masalah keluarga, hingga adaptasi di sekolah baru, dapat membuat emosionalnya kewalahan dan melampiaskannya dengan menangis. Moms dapat membantunya menghadapi kondisi yang membuatnya stres, sekaligus cara mengelola stres.

 

Menginginkan sesuatu

 

Anak kecil belum memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Ketika Moms menyerah dengan mengikuti keinginannya, walau sudah mengatakan tidak, Moms mengajarkan anak cara untuk memanipulasi Moms melalui tangisan. Seterusnya, ia akan menggunakan strategi ini untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Cara menghadapinya adalah bersikap tegas dan tetap menunjukkan empati. Lebih baik Moms mengajarkan si Kecil mengelola perasaannya ketika tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.