Kehamilan menandai periode perubahan yang signifikan pada tubuh Moms. Selain perubahan fisik, Moms mungkin akan mengalami perubahan pada kemampuan daya ingat. Tak sedikit Moms melaporkan kondisi tersebut saat hamil, atau disebut juga pregnancy brain.

Jadi pelupa

Gejala pregnancy brain yang utama adalah Moms menjadi pelupa. Lupa meletakkan kunci, janji bertemu dengan orang, hingga meninggalkan dompet, adalah beberapa gejala dari kondisi pregnancy brain. Awalnya kondisi ini dianggap mitos, namun peneliti menemukan korelasi antara kehamilan dan perubahan otak Moms.

Peneliti percaya bahwa perubahan pada otak ini membantu Moms yang hamil lebih siap menghadapi lelahnya merawat bayi yang baru lahir nanti. Menariknya, kondisi ini juga meningkatkan kemampuan Moms dalam mengatasi stres, sekaligus terbiasa dengan kebutuhan bayi kelak. Walau pregnancy brain membuat Moms pelupa, di sisi lain ini membuat Moms lebih sensitif dan responsif.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa Moms hamil mengalami penurunan dalam keterampilan kognitif, inilah yang menyebabkan kondisi pelupa saat hamil. Namun, jangan salah paham, Moms. Menurut salah satu peneliti, Elseline Hoekzema, kehamilan tidak menyebabkan Moms bodoh. Malah ini merupakan suatu proses pendewasaan dan spesialisasi yang memungkinkan Moms untuk lebih fokus dan selaras dengan kebutuhan si Kecil nantinya.

Penyebab pregnancy brain

Berikut ini adalah faktor-faktor yang terlibat dalam pregnancy brain:

- Hormon

Seperti kondisi lain yang terjadi selama hamil, hormon memegang peran penting dalam masalah memori. Menurut beberapa peneliti, meningkatnya hormon selama tahap kehamilan memengaruhi area otak yang berkaitan dengan memori. Moms yang berada pada trimester kedua dan ketiga secara signifikan mengalami penurunan memori, serta lebih moody, dan cemas.

- Kurang tidur

Kurangnya tidur juga dianggap menjadi penyebab penurunan kemampuan mengingat, Moms. Sama halnya dengan orang yang kurang tidur secara umum. American Academy of Neurology mengatakan kekurangan tidur meningkatkan risiko Alzheimer karena meningkatnya protein tau dalam darah. Protein tau berfungsi sebagai penstabil susunan sel-sel saraf di otak. 

- Stres

Level stres yang meningkat yang sering terjadi pada orangtua saat menyambut lahirnya si Kecil juga memainkan peran parsial dalam pregnancy brain. Tingkat kecemasan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan, dan berlanjut pasca-melahirkan. Penyebab pasti dari kondisi cenderung beragam. Kombinasi dari perubahan hormon, peningkatan stres, gangguan tidur, mungkin berkontribusi pada kesulitan Moms dengan memori dan kemampuan konsentrasi.