Bulan suci segera tiba, inilah saatnya kita berbondong-bondong meminta ridho-Nya. Tak terkecuali para Moms yang masih aktif menyusui si kecil. Pertimbangan untuk ikut berpuasa di bulan Ramadan harus dipikirkan matang-matang karena hal ini menyangkut nutrisi si Kecil. Walau begitu, tidak menutup kemungkinan untuk tetap dapat menyusui sekaligus  memperoleh pahala berpuasa.

ASI eksklusif sangat direkomendasikan bagi bayi selama enam bulan pertama karena ASI mengandung nutrisi yang sesuai  dengan kebutuhan bayi, dari lemak, karbohidra hingga protein. Selain itu, ASI juga mengandung nutrisi tambahan lain, seperti vitamin dan mineral. Pemberian ASI juga berlanjut setelah enam bulan,  ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Bila Moms berpuasa, apakah hal tersebut mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI? Rakicio─člu pada jurnalnya, “The Effect of Ramadan on maternal nutrition and composition of breast milk” menyebutkan bahwa berpuasa Ramadan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nutrisi makro dan komposisi ASI, termasuk pengaruhnya terhadap  pertumbuhan bayi. Namun, nutrisi mikro seperti zinc, magnesium, dan kalium menurun selama berpuasa. Sebab itulah, ada beberapa hal yang harus Moms perhatikan jika tetap berniat untuk puasa saat menyusui.

 

  • Tetap terhidrasi dengan baik

 

Saat puasa, sangat mungkin mengalami dehidrasi, begitu juga para Moms. Dehidrasi parah dapat mengurangi suplai ASI. Menurut National Health Service (NHS) UK, tanda-tanda seseorang dehidrasi, yaitu merasa sangat haus, pusing, sakit kepala, kelelahan, urin berwarna gelap pekat, dan keringnya mulut, bibir, dan mata. Hal tersebut dapat dihindari dengan minum air putih saat sahur dan buka agar terhidrasi selama puasa. Minum 2-3 gelas air tiap sahur dan berbuka yang ditambah satu botol lagi setelah berbuka di malam hari. Hindari minuman yang mengandung gula agar konsumsi airnya tidak berkurang. Bila di tengah hari Moms merasakan gejala dehidrasi, segera batalkan puasa. Hamad Medical Corporation merekomendasikan jus buah manis atau larutan air garam untuk meredakan dehidrasi.  Jika setelah 30 menit tidak merasa baikan, segera hubungi dokter.

Selain dampaknya pada Moms, jangan lupa perhatikan perubahan pada bayi saat ibunya berpuasa. Bila  bayi menangis terus-menerus, popoknya jarang basah, pup berwarna hijau, hingga mengalami penurunan berat badan, itu bisa jadi pertanda bagi Moms untuk sebaiknya membatalkan niat berpuasa, dan segera hubungi dokter untuk pertolongan medis.

 

  • Minum smoothie saat sahur

 

Nutrisionis Nazima Qureshi menganjurkan untuk menambah smoothie dalam menu sahur ibu, setidaknya setengah gelas.

 

  • Makan makanan yang seimbang saat berbuka

 

Sebagai Moms menyusui,  memang penting untuk mengonsumsi makanan yang cukup tinggi kalorinya. Namun, overeat atau makan berlebihan justru tidak memberikan nutrisi yang baik dan cukup bagi Moms dan si buah hati. Sebaiknya, konsumsi makanan yang mengandung protein, sayur, dan karbohidrat gandum utuh.  

 

  • Makan camilan beberapa jam setelah buka

 

Beberapa jam setelah buka puasa dan sebelum tidur adalah waktu untuk mengonsumsi nutrisi dan kalori tambahan. Namun, bukan berarti konsumsi sembarang camilan ya, Moms. Setidaknya camilan malam mengandung karbohidrat, protein, dan lemak yang seimbang. Nazima Qureshi merekomendasikan bola-bola kelapa-kurma, bola-bola cokelat-kacang-kurma, dan carrot cake sebagai camilan sehat yang sebaiknya Moms konsumsi.

 

  • Minum suplemen tiap hari

 

Suplemen ibu menyusui dapat membantu menyediakan nutrisi yang hilang dari makanan selama berpuasa.