Buah adalah salah satu sumber vitamin dan mineral. Penting mengenalkan beragam buah pada bayi. Harapannya, selain membantu bayi mengenal berbagai macam buah, kebutuhan akan zat gizi si bayi dapat terpenuhi. Namun, pada masa perkenalan ini, tentunya tidak semua jenis  buah dapat diberikan. Perhatikan juga porsi yang diberikan. Berikan dalam porsi kecil. Untuk perkenalan, berikan cukup sekali di antara waktu makan, kala siang hari.  Porsinya cukup 1- 2 sendok teh. Selanjutnya dapat ditingkatkan seiring dengan bertambahnya usia. 

Untuk perkenalan, berikan satu jenis buah terlebih dahulu. Berikan selama 2 sampai 4 hari sebelum diperkenalkan pada jenis buah yang lain. Tujuannya untuk memastikan, apakah sistem pencernaannya sudah mampu mengolah atau tidak. Bila tidak, biasanya ditandai dengan muntah atau mencret-mencret. Bila hal itu terjadi, sebaiknya dapat dihentikan dulu pemberian buahnya. Namun, bukan melulu karena ketidakmampuan mencerna lho, bila bayi mencret atau muntah-muntah, bisa jadi karena cara pengolahan atau peralatan makan yang digunakan kurang higienis. Untuk itu, harus dicermati dulu penyebab pastinya. Berikut sejumlah rambu yang harus diperhatikan.

Bayi usia 6 bulan 

Bayi mengonsumsi buah dalam bentuk yang tidak terlalu kental (semi cair). Semua buah sebaiknya diblansir terlebih dahulu atau dimasak sebentar sekitar 2-3 menit dalam air yang telah dididihkan sebelumnya. Ada beberapa buah yang dapat diperkenalkan pada usia 6 bulan yakni pisang ambon, alpukat, pepaya, pir, melon dan apel.  Khusus pisang dan alpukat tak perlu diblansir terlebih dahulu. 

Haluskan buah yang telah diblansir, kemudian campurkan dengan ASI, agar tidak terlalu kental. Perbandingannya 1 bagian buah dan 1 bagian ASI. Untuk menghindari proses oksidasi, haluskan buah pada saat akan diberikan pada anak.

Bayi usia 7 bulan 

Bayi mulai tumbuh gigi. Di usia ini sudah bisa diberi buah yang banyak mengandung serat, seperti belimbing, jambu biji dan semangka. Penyajiannya pun dapat lebih kental dari sebelumnya, yaitu dengan cara dikerok, atau dilumatkan (tanpa pengenceran). Untuk ujicoba kemampuan menelan bayi dapat diberikan buah pisang atau pepaya yang dikerok dengan sendok. Atau, bila akan dibuat menjadi pure dapat dicampur dengan susu dengan perbandingan 1 bagian susu dan 2 bagian buah. Tidak dianjurkan pemberian buah dalam bentuk jus buah karena kandungan seratnya menjadi hilang dan tidak melatih gerakan mengunyah. Pada usia 7 bulan, porsi pemberian buah dapat ditingkatkan menjadi 1/4 -1/2 cangkir untuk 2 sampai 3 kali makan. 

Usia 8 – 12 bulan 

Bayi juga sudah boleh diberi buah yang dipotong kecil-kecil untuk melatih menggunakan gigi. Sekaligus mulai belajar mengunyah. Mulai dapat diperkenalkan dengan buah tomat dan jeruk. Khusus untuk tomat, sebaiknya diblansir terlebih dahulu, kemudian kupas kulit arinya sebelum dihaluskan. Selanjutnya pada usia 1 tahun ke atas, si kecil sudah dapat mengonsumsi nanas, sawo, dan mangga.