Saat ini sudah memasuki minggu kedua sejak himbauan pemerintah untuk berdiam diri di rumah atau sering disebut dengan stay at home. Bagaimana keadaannya, Moms? Apakah sudah menemukan ritme harian yang tepat atau malah sudah mulai jenuh karena terlalu lama di rumah? Perubahan keseharian yang signifikan,  terkadang memiliki dampak yang berbeda-beda pada tiap individu. Ada yang santai saja menghadapinya, ada pula yang jenuh, bahkan stres. 

Beberapa orang yang rentan stres dan perlu mendapat perhatian khusus pada saat seperti ini adalah, orangtua, mereka dengan penyakit penyerta yang berisiko lebih tinggi tertular virus Covid-19, anak-anak dan remaja,  dokter dan tenaga medis lainnya, serta orang-orang yang  memang telah memiliki kondisi kesehatan mental tertentu seblumnya. 

Bentuk stres yang muncul dapat beragam dan biasanya berbeda pada tiap orang, seperti, ketakutan berlebih pada kesehatan pribadi dan orang-orang di sekitarnya, perubahan pola makan atau tidur, kesulitan untuk fokus, kondisi kesehatan yang menurun, atau peningkatan frekuensi merokok atau konsumsi alkohol.  

Jika Moms atau orang-orang di sekitar Moms mengalami gejala-gejala tersebut, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres saat menghadapi masa kritis seperti saat ini: 

 

Jaga kesehatan tubuh dan gaya hidup

 

Perhatikan kembali pola makan. Konsumsi makan-makanan dengan gizi seimbang. Selain itu rutin berolahraga dan pastikan memiliki jam tidur yang cukup sekitar 7-9 jam setiap malam . Hindari kebiasaan merokok dan alkohol sebagai bentuk pelarian dari stres.

 

Komunikasi

 

Jaga hubungan dengan orang-orang terdekat. Ceritakan apa yang menjadi kekhawatiran Moms pada mereka,  jangan memendamnya sendirian. Jadikan orang-orang terdekat sebagai support system dalam menghadapi ini.

 

Istirahat sejenak

 

Tarik napas panjang dan tanamkan di pikiran bahwa semua akan baik-baik saja, bahwa semua ini akan berlalu. Coba untuk lakukan hal-hal yang biasa Moms nikmati, seperti hobi atau rutinitas yang menyenangkan lainnya.

Batasi konsumsi berita dan media sosial

Saat ini, hampir semua berita di televisi atau pun isi media sosial adalah perkembangan tentang wabah pandemik Covid-19. Bagus memang untuk kita mengikuti perkembangannya, tapi mendengar berita-berita buruk setiap hari dapat memengaruhi kesehatan mental. Batasi diri  untuk menonton, membaca, atau mendengar terlalu banyak berita. Cukup ketahui seperlunya, dan lakukan hal-hal yang Moms sukai.

Cari bantuan

Jika stres terasa terlalu berat, dan sudah mulai mengganggu aktivitas dalam beberapa hari, coba untuk mencari bantuan profesional. Konsultasikan keluhan yang dimiliki. Tidak harus bertatap muka, Moms bisa menghubungi mereka melalui telepon atau layanan digital yang menyediakan fasilitas kesehatan mental.