Saat mengandung si Kecil, Moms biasanya mengalami keinginan makan makanan tertentu. Jika dilarang, Moms bisa ngambek berat. Padahal Moms dilarang memakannya mungkin karena Moms mengidap sakit tertentu. Misalnya Moms yang memiliki sakit maag, tentu dilarang makan jeruk yang asam.

Zaman dulu, mengidam makanan tertentu sering dikaitkan dengan prediksi atau sinyal memiliki bayi laki-laki atau perempuan. Ini sih pandangan yang sungguh keliru, Moms. Mengidam makanan itu biasanya berkaitan dengan perubahan kadar hormon dan kekurangan nutrisi.

Nah, apa sajakah yang paling sering menjadi diidamkan para Moms hamil? Dan, mengapa hal itu terjadi, dan bagaimana mengatasinya agar tidak timbil masalah kesehatan tertentu?

 

 

Beberapa percaya bahwa keinginan makan cokelat dikaitkan dengan peningkatan kebutuhan kalori wanita hamil. Jika Moms yang sedang hamil mendambakan cokelat,  sebaiknya lewatkan  cokelat susu. Untuk kesehatan kehamilan Moms, sebaiknya pilih dark chocolate.  Cokelat  ini akan membantu memuaskan hasrat  mengidam  dengan lebih baik, ditambah lagi terbukti membantu meningkatkan kesehatan jantung dan sarat dengan antioksidan.

Baca Juga :Bolehkah Makan Cokelat saat Hamil? Ini Caranya

 

 

Mengapa ibu hamil mendambakan acar? Ini adalah pertanyaan yang sangat umum. Acar  yang dimakan bersama dengan zaitun dan keripik kentang adalah keinginan yang khas, khususnya pada ibu hamil yang tinggal di belahan barat.  Sementara, umumnya wanita di Indonesia mendambakannya dalam bentuk asinan atau manisan yang memakai buah yang memiliki rasa asam, seperti mangga atau kedondong.

Peningkatan volume darah meningkatkan kebutuhan wanita hamil akan natrium. Inilah yang menjadikan makanan asin ini sebagai makanan biasa yang diinginkan ibu hamil.

 

 

Bila Moms mengalami mengidam telur adalah yang baik bagi kehamilan.  Telur adalah sumber protein yang fantastis. Ini juga yang merupakan salah satu alasan mengapa telur menjadi makanan yang sering diidamkan.

Boleh saja Moms mengonsumsi telur sebanyak Moms yang inginkan. Namun, pastikan kuning dan putihnya benar-benar matang untuk mengurangi risiko terkena infeksi bakteri salmonella. Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan diare yang bisa menimbulkan dehidrasi.

 

 

Bisa jadi kebutuhan tubuh akan kalsium yang membuat para ibu hamil merogoh kocek dalam-dalam untuk doyan mengudap keju. Meskipun bukan makanan yang buruk untuk dinikmati, terlalu banyak makan keju  (sayangnya) dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan.

Jadi, untuk membantu menyeimbangkan asupan keju, Moms harus perbanyak sayuran kaya kalsium seperti sayuran hijau dan brokoli.

 

 

Kombinasi protein dan lemak inilah yang diyakini beberapa orang menjadikan makanan  ini sangat diidamkan. Daging asap ini bisa berupa beef bacon atau sei sapi yang kini ramai dijual.

Untuk mengurangi lemak yang tinggi dari daging asap ini, cobalah Moms imbangi dengan meningkatkan asupan dari lemak sehat dan protein tanpa lemak, seperti daging tanpa lemak atau dada ayam. Bila tubuh sudah merasakan protein tercukupi, maka keinginan untuk memakan daging asap ni dapat diperangi.

 

 

Rasa segar dan kecut dari buah jeruk menjadi sahabatnya para Moms hamil. Terlebih buah ini terhitung mudah didapatkan dan tidak terlalu mahal. Ragamnya pun banyak. Mulai dari jeruk lemon, jeruk nipis, jeruk Sunkist, jeruk medan dan sebagainya.

Mengidam jeruk ini terutama dirasakan saat memasuki trimester kedua dan ketiga kehamilan. Kenapa doyan jeruk? Sepertinya jeruk yang asam  menjadi cara alami tubuh untuk mendapatkan makanan penambah variasi rasa di antara rasa manis seperti dari cokelat dengan rasa gurih dari daging berlemak.

 

 

Produk susu pada umumnya paling digemari para Moms hamil.  Terutama jenis es krim akan meningkat keinginan untuk mengonsumsinya pada saat mengandung si kecil. Craving atas es krim ini  kemungkinan besar karena kandungan kalsiumnya yang tinggi.

Nah, Jika Moms merasa mengonsumsi es krim sedikit tidak terkendali, cobalah beralih ke jenis olahan susu yang lain. Seperti susu cokelat, sorbet, atau yogurt beku rendah lemak.

 

 

Doyan dan maunya melulu makan buah selama kehamilan  bisa menandakan kebutuhan tubuh akan vitamin C. Atau, bisa jadi pula menjadi cara tubuh untuk mencoba mendapatkan beberapa makanan alami dan sehat dalam makanan keseharian Moms.

Buah adalah baik bagi kesehatan secara umum. Namun, berhati-hatilah dalam memilih buah. Perhitungkan kadar gulanya. Terlalu banyak memakan buah dengan kadar gula tinggi dapat menyebabkan  lonjakan gula darah. Jadi, cobalah untuk menyeimbangkan buah segar dengan beberapa protein.

 

 

Makanan pedas seringkali menjadi keinginan khas banyak wanita hamil. Bahkan menjadi selera mereka untuk makan. Padahal bisa Moms yang sedang hamil ini sebelumnya  bukan penggemar makanan yang membuat air mata dan keringat mereka menetes, karena kepedasan.

Tidak apa-apa untuk memanjakan keinginan ini. Tapi.., ketahui limit tubuh.  Terlalu pedas dapat menyebabkan  mulas dan gangguan pencernaan. Ini  efek samping yang tidak menyenangkan, apalagi di saat hamil.

 

 

Mengidam selai kacang bisa menandakan kebutuhan Moms yang hamil terhadap vitamin B atau protein. Cobalah padukan  dengan makanan yang lebih sehat (seperti apel) untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Moms,  tanpa memakan seluruh toples.