Di masa harga serba naik dan situasi ekonomi yang tidak menentu akibat pandemic, memamg sudah sepantasnya kita menjalankan gaya hidup hemat ya, Moms. Kalangan millennial sangat menyadari ini. Dan mereka memberi istilah frugal living.

Namun, menjalankan gaya hidup hemat bukan berarti Moms menjadi pelit. Itu ada dua hal yang berbeda. Simak perbedaannya: 

Baca Juga : Kenali Frugal Living, Gaya Hidup Hemat yang Ramai Diikuti Para Seleb

1. Orang yang pelit dan hemat sama-sama suka mengirit pengeluaran, tetapi si hemat tidak akan melakukannya dengan mengorbankan orang lain

Contohnya: Moms sedang berjalan-jalan di toko barang bekas,  menemukan PlayStation untuk  si Kecil. Saat akan membayar, ternyata Moms menemukan game yang sama di toko online dengan kondisi baru. Namun harganya lebih mahal sekitar 10 persen dari versi bekas. Akhirnya Moms memutuskan membeli Playstation  versi yang baru. 

Mungkin kesannya Moms tidak hemat karena harus membaya lebih mahal. Tapi ingat: kondisi barang masih baru. Ini berarti  kemungkinan si Kecil mendapatkan Playstation bermasalah lebih  kecil. Dan, ada masa garansi untuk jasa perbaikan. 

Dengan membeli online ternyata juga bisa mendapat bonus, bebas ongkir, Moms. Walaupun  itu harus menunggu lebih dari satu hari, tidak masalah Moms.

2. Berhemat adalah tentang menilai gambaran yang lebih besar dan memiliki kesabaran untuk memanfaatkan strategi menabung sederhana

Demi mengurangi pengeluaran keuangan keluarga, Moms membeli sepatu tanpa merek, yang penting bisa dipakai dan harga murah.

Bolehlah jika sepatu ini hanya dipakai untuk berjalan atau berlari sesekali. Tetapi jika Moms suka lari, belilah sepatu berkualitas meskipun harganya lebih mahal. Menggunakan sepatu berkualitas bagi pelari merupakan cara untuk menghargai kesehatan kaki dan persendian. 

Tapi harganya mahal? Sebagai si penghemat, Moms perlu bersabar. Model sepatu selalu berganti. Di akhir tahun atau saat pertengahan tahun, biasanya ada diskon besar untuk beberapa merek berkualitas, termasuk sepatu. Nah, belilah! 

Prinsip yang sama Moms juga gunakan unutk barang-barang yang memang dibutuhkan.  Jangan pelit untuk barang seperti itu, seperti tas anak, sepatu sekolah atau kemeja. Barang berkualitas merupakan investasi. Sebab, tidak cepat rusak dan nyaman dipakai.

3. Si pelit jadikan uang sebagai patokan, sedangkan si hemat gunakan nilai sebagai patokan

Acara TV realitas TLC "Extreme Cheapskates" mungkin adalah salah satu contoh terbaik dari si pelit versus si hemat. Para Extreme Cheapskates menggunakan berbagai trik untuk mengeluarkan uang.   Termasuk menggunakan lap kertas bekas, dan merogoh tong sampah di bioskop untuk mencari kantong popcorn bekas dan gelas minuman demi isi ulang secara gratis. Kalau seperti ini namanya pelit, Moms, karena melakukan sesuatu hal yang bisa membahayakan kesehatan . 

Sedangkan si hemat, meski mengandalkan kupon dan diskon, masih mau mengeluarkan uangnya. Ia tidak sampai konyol mengorbankan kesehatan dan harga dirinya demi tidak mengeluarkan uang. 

4. Si pelit melakukan penghematan uang untuk apa pun, sedangkan si hemat memaksimalkan nilai total, termasuk waktu mereka

Si pelit akan menahan uangnya sebanyak mungkin dalam tabungan untuk apa pun. Sedangkan sebagai si hemat, memang Moms menahan diri dan keluarga untuk makan di luar rumah. Diusahakan untuk memasak sendiri daripada membeli. Lebih memilih berlari di seputar komplek rumah daripada ikut keanggotaan gym. 

Moms mencari strategi penghematan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk menahan diri untuk membeli baju yang baru. Namun, Moms mengalokasikan untuk tabungan liburan keluarga ke bali, misalnya.

5. Orang pelit menahan pengeluarannya sesedikit mungkin. Sedangkan orang hemat  memprioritaskan pengeluaran, sehingga dapat memiliki lebih banyak hal

Orang yang pelit seringkali takut mengeluarkan uang. Ia menutup rapat dompetnya. Si pelit rela mengorbankan kualitas, nilai, dan waktu untuk mendapatkan penghematan jangka pendek. 

Berbeda dengan si hemat. Moms yang hemat akan kreatif dalam pengeluaran. Moms akan mencari cara memaksimalkan setiap rupiah, sehingga dapat mendanai keinginan dan impian gambaran besar.

Jadi memang ada garis tipis antara pelit dan hemat, Moms. Berhati-hatilah jangan terjebak menjadi si pelit ya, Moms. Karena yang menderita bukan hanya Moms, tapi juga orang-orang terdekat. 

Baca Juga : Tip Hemat Penggunaan Listrik