Kelahiran si Kecil sekaligus merupakan “kelahiran” Moms dan pasangan sebagai orang tua. Terdapat ikatan yang istimewa, tetapi metode pengasuhan yang berbeda bisa memengaruhi ikatan ini. Tiger parenting adalah salah satu dari sekian pola asuh anak. Lalu seperti apakah pola pengasuhan Tiger parenting ini? Yuk simak informasi berikut.

Tiger parenting adalah pola asuh di mana Moms menggunakan otoritas sebagai orang tua untuk membuat anak mengikuti dan mencapai harapan Moms.

Dalam tiger parenting, Moms menaruh harapan atau ekspektasi tinggi pada anak, paling umum pada aspek akademis, dan seringkali mengandalkan metode yang keras untuk mendorong anak mencapai tujuan dan harapan Moms. 

Baca Juga: Helicopter Parenting dan Dampaknya Bagi Anak

Para tiger parents yakin bahwa tindakan ketat diperlukan untuk membuat anak tangguh, percaya diri, sukses, dan sebagai persiapannya untuk masa depan.

Tiger parenting identik dengan aturan dan konsekuensi untuk mencapai ekspektasi Moms terhadap si Kecil. Bahkan untuk mencapai ekspektasi tersebut, Moms tidak akan segan-segan memberikan segala fasilitas yang Moms rasa perlu untuk anak, misalnya les privat tambahan agar nilai anak di sekolah sempurna.

Ciri-ciri tiger parenting 

  1. Moms cenderung tidak mengizinkan anak bermain dengan teman-temannya
  2. Moms mengharapkan anak mendapatkan nilai terbaik dalam semua ujiannya, dan sering kali memberikan hukuman jika ia gagal
  3. Moms lebih peduli pada standar yang Moms tetapkan dan ingin ia menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukannya.
  4. Moms lebih peduli pada apa yang dicapai anak, daripada bagaimana ia mencapainya, serta lebih peduli pada harga diri Moms daripada kemampuan anak.
  5. Anak takut menceritakan sesuatu kepada Moms, karena Moms akan marah jika tidak menyukainya 
  6. Moms cenderung tidak mempercayai anak dalam banyak hal, sehingga terus mengingatkan dan mengaturnya
  7. Moms lebih mengandalkan aturan, daripada berusaha membuatnya bahagia. 
  8. Anak memiliki rutinitas yang kaku, di mana lebih banyak belajar dan sedikit sekali waktu untuk bermain.

Baca Juga: Perasaan Rendah Diri pada Anak, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Dampak tiger parenting pada anak

Setiap pola asuh memiliki dampak pada anak. Berikut ini dampak tiger parenting pada anak: 

  • Anak belajar disiplin

Ketatnya aturan dalam tiger parenting secara langsung membiasakan anak disiplin. Namun perlu diingat, Moms, tiger parenting tidak dianjurkan oleh ahli. Selain itu, ada banyak cara lain untuk mengajarkan kedisiplinan pada anak. Pada pola asuh ini, anak mengikuti aturan Moms bukan karena kesadaran sendiri, melainkan karena takut pada Moms dan konsekuensi yang Moms berikan jika ia tidak menurut.

  • Anak merasa terbebani dan tertekan

Ekspektasi dan harapan yang Moms bebankan pada anak bisa membuatnya tertekan, dan tidak leluasa mengeksplorasi potensi dirinya karena harus memenuhi harapan orang tua.

  • Anak takut membuat kesalahan

Anak akan selalu takut membuat kesalahan karena “tiger Moms” cenderung menggunakan metode yang keras sebagai hukuman atas kesalahan tersebut.

  • Membuat anak cemas dan depresi

Hidup dalam ketakutan terus-menerus dapat menimbulkan kecemasan dan depresi pada anak. Selain itu, takut membuat kesalahan membuat anak perfeksionis berlebihan, dan ini menghalangi pertumbuhan dan belajarnya.

Baca Juga: Memahami Perkembangan Emosional Anak

  • Menghambat kreativitas anak

Ketatnya aturan dalam tiger parenting menghalangi kreativitas dan pertumbuhan anak, Moms, karena ia dituntut untuk mengikuti aturan dan konsekuensi yang menakutkan. 

Alih-alih tiger parenting, para ahli merekomendasikan Moms untuk mengadopsi pola asuh yang suportif dalam pengasuhan si Kecil. 

Pola asuh suportif membantu anak menjadi lebih percaya diri, karena Moms yang suportif akan mendukung dan membantu anak untuk bangkit lagi setelah mengalami kegagalan, dibandingkan tiger Moms yang memberikan hukuman.

Meskipun perkembangan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, pola asuh Moms memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan karakter anak. Maka, sebaiknya metode pengasuhan yang diterapkan dipilih dengan sebaik-baiknya agar tidak menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.