Jika biasanya jerawat dapat muncul mulai dari usia remaja, ternyata bayi juga mengalaminya, Moms. 

Kondisi berjerawat pada bayi, cukup umum terjadi. Setidaknya 70 persen bayi, termasuk yang baru lahir bisa mengalaminya. Jerawat ini timbul di area wajah, baik pipi, hidung, dan dahi. 

Penyebab jerawat pada bayi

Pada orang dewasa, jerawat dapat disebabkan beberapa hal, yaitu produksi sebum berlebih oleh kelenjar minyak, perubahan hormon saat menstruasi, hingga bakteri Propionibacterium acnes yang menyumbat folikel rambut pada kulit dan menyebabkan peradangan.

Namun, pada kasus jerawat bayi, para praktisi medis pun belum mengetahui penyebab pasti munculnya. Beberapa dugaan sementara, jerawat pada bayi disebabkan oleh transfer hormon dari Moms, kondisi kulit bayi yang belum matang dan sensitif, dan reaksi alergi.

Jerawat pada bayi di dunia ilmiah disebut Erythema toxicum neonartum, adalah pembentukan “gelembung” atau papula berwarna kuning atau putih yang dikelilingi oleh kulit merah. Biasanya muncul di pipi, dahi, leher, atau dada. Tetapi bisa juga tumbuh di kaki, terutama bagian paha.

Jerawat ini terlihat mirip dengan kondisi kulit bayi lainnya, misalnya ruam, eczema, atau milia. Jerawat bayi hanya muncul pada beberapa bulan pertama kehidupan bayi. 

Baca Juga : Ruam Popok Pada Bayi

Merawat kulit bayi yang berjerawat 

Jika si Kecil memiliki jerawat, tak perlu khawatir, Moms. Sebab,  jerawat ini bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya. Sembari “menunggu”, ada beberapa hal yang dapat Moms lakukan untuk menjaga kulitnya tetap sehat.

Moms dapat membersihkan wajah si kecil dengan air hangat setiap hari saat mandi. Jika Moms ingin menggunakan sabun, pilihlah sabun yang lembut dan bebas parfum untuk menghindari iritasi. Hindari pula produk perawatan bayi yang mengandung retinoid atau erythromycin, juga sabun yang mengandung pewangi, dan bubble bath.

Setelah mandi, biasanya bayi akan dipakaikan lotions, namun jika ia sedang “berjerawat” sebaiknya lewati langkah ini karena lotion dan krim dapat memperparah jerawat. Saat mengeringkan tubuhnya dengan handuk pun, sebaiknya lakukan dengan perlahan, Moms. Gunakan pula handuk bayi yang berbahan lembut agar tidak mengiritasi jerawatnya. Hindari pula memencet jerawat karena dapat memperburuk masalah. 

Mencegah jerawat muncul

Mencegah jerawat muncul sama pentingnya dengan perawatan kulit berjerawat. Simak hal-hal yang harus Moms ketahui tentang jerawat pada bayi dan cara mencegahnya.

 

Menjaga kulit bayi tetap bersih

 

Mandi merupakan kunci untuk menjaga kebersihan kulit, karena dapat membebaskan kulit si Kecil dari bakteri dan sel-sel kulit mati. Mandi juga dapat membantu mengontrol keringat karena bayi memiliki kelenjar keringat yang belum berkembang sempurna, sehingga cenderung tersekresi secara berlebihan.

 

Menggunakan pakaian yang bersih dan nyaman

 

Pastikan memilih bahan yang lembut, nyaman, dan memungkinkan adanya ruang untuk bergerak dan bernapas, Moms. Bayi tidak menyukai pakaian yang terlalu ketat, terutama saat panas. Hal ini dapat mengakibatkan kondisi kulit yang serius.

 

Mengganti popoknya secara rutin

 

Jerawat pada bayi dapat muncul di bagian paha karena area tersebut cenderung lembap, Moms. Usahakan untuk mengganti popok si kecil secara teratur karena dapat menyebabkan ruam.

Tips Menggunakan Popok Sekali Pakai

 

Menjaga kulitnya tetap lembap atau kering

 

Jika udara sedang lembap, jaga kulitnya tetap kering. Sebaliknya, jika suhu kering, jaga kulit si Kecil agar tetap lembap. Kulit bayi belum berkembang dengan sempurna untuk menjaga kelembapannya sendiri. Oleh karena itu, perlu perhatian dari Moms untuk merawatnya dengan pelembap bayi atau sirkulasi udara yang baik.

Baca Juga : Kulit Mengelupas atau Bersisik Pada Bayi